Pages Navigation Menu

Tujuan dan Sasaran

Tujuan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara umum adalah untuk melahirkan Sarjana Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, baik sebagai guru PPKn di sekolah lanjutan maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yang mampu mentransformasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, sesuai dengan paradigma baru PKn (Civic Intelegence, Civic Responsibility, Civic Participation)

 

Sedangkan tujuan secara khusus adalah sebagai berikut:

  1. Menghasilkan sarjana PPKn yang berkualitas, menguasai dasar-dasar ilmiah pengetahuan dan metode penelitian serta menguasai ilmu kependidikan sehingga mampu berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya.
  2. Menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam rangka membentuk warga negara yang baik, jujur dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan sosial
  3. Mengembangkan budaya Melayu dalam kehidupan pribadinya, masyarakatnya dan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sasaran

  1. Meningkatkan karakter kepribadian yang mampu mengimplementasikan empat pilar kebangsaan, bagi calon pendidik Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan.
  2. Meningkatkan kualitas keberhasilan akademik mahasiswa dengan nilai pencapaian IPK mahasiswa ≤ 3,25 dengan rerata lama masa studi ≤ 4 tahun.
  3. Meningkatkan kualitas penelitian dalam bidang profesi kependidikan, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan politik dan hukum, serta melibatkan mahasiswa dalam melaksanakan tugas penelitian tersebut.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi karya ilmiah dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berupa buku, jurnal, makalah, dan poster.
  5. Menghasilkan bahan ajar yang inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.
  6. Memberikan pelayanan pendidikan tinggi PPKn dengan bermatrakan budaya nasional umumnya dan budaya Melayu khususnya.